Selasa, 29 Desember 2015

Pengertian Apologetika

Apologetika Kristen beranjak dari dasar pemahaman yang benar. Arti Apologetika oleh: Dr. Yonas Muanley, M.Th.
Dalam Wikipedia kita mendapat penjelasan tentang apologetika yakni dari sisi etimologi, apaologetika merupakan kata Yunani Kuno resmi yang didalamnya terdapat dua kunci istilah yang bersifat teknis. Kedua istilah yang dimaksud yakni penuntutan menghasilkan kategoria, dan tergugat membalas dengan sebuah apologia. Membuat sebuah apologia berarti membuat sebuah khotbah yang resmi atau memberi sebuah penjelasan untuk menjawab dan membantah tuntutan, seperti dalam hal pertahan yang ditunjukkan oleh Socrates. (Diadaptasi dari:https://id.wikipedia.org/wiki/Apologetik, 30/12 2015) Selain itu kita juga mendapat informasi dari sumber-sumber lain yang menyatakan bahwa kata apologetika berasal dari Yunani à Apologia = Pembelaan = Apologeoma. Apo = dari pada; logos : kata; bahasa. Apologeomai = berbicara dari pada (diri sendiri) atau membela diri. Untuk memperkaya pemahaman tentang apologetika, maka beberapa pengertian berikut menolong kita. Apologetika berarti: 1) Pembela tindakan 2) Pembela kebenaran 3) Kepercayaan atas kebenaran itu 4) Memberi jawab I Kor 3 :15/ Yudas 3 5) Pembelaan (diri pemberita). Menjelaskan berita = menyatakan kebenaran. Contoh : Paulus konsisten dengan beritanya. 6) Menjernihkan (mengklirkan), memisahkan yang salah (ajaran-ajaran yang tidak sama dengan Firman Allah). Di Gereja : à doktrin-doktrin 7) Apologetika = pra penginjilan 8) Apologetika adalah bagian dari penginjilan dan di dalam penginjilan terdapat Apologetika. Selanjutnya kita rinci arti apologetika sbb: 1) Arti secara etimologi. Apologetika dari kata Yunani “apologia” yang adalah pembelaan atau perbuatan membela, jawaban. 2) Apologetika atau apologetics adalah pembelaan keyakinan Kristiani mengenai Allah, Kristus, Gereja dan tujuan hidup umat manusia. Pembelaan ini dapat ditunjukan kepada pemeluk agama lain, anggota komunitas Kristiani yang lain, warga komunitas sendiri yang ragu-ragu atau kepada orang beriman biasa yang ingin mengerti bahwa iman mereka dapat dipertanggungjawabkan. 3) Menurut John M. Frame, apologetika adalah ilmu yang mengajar orang kristen bagaimana memberi pertanggungan jawab tentang pengharapannya. 4) Menurut Frame, Richard L. Pratt Jr., mendefinisikan apologetika sebagai studi yang mempelajari secara langsung bagaimana mengembangkan dan menggunakan pembelaan itu. 5) Apologetika àdalah Cabang ari ilmu theologia yang mempelajari pembelaan dan pembuktian kebenaran Kristen dengan tujuan mendewaskan umat dan memberitakan injil. 6) Apologetika àdalah Ilmu yang mengajar orang Kristen bagaimana memberi pertanggung jawaban tentang iman dan pengharapan yang diyakini. 7) Apologetika adalah pembelaan berarti isi pidato atau perbuatan membela atau member jawaban atas isi kepercayaan. 8) Apologetika adalah suatu pekerjaan membela atau mempertahankan diri dalam bentuk kata-kata dengan maksud menyatakan apa yang diyakini seseorang. 9) Apologia juga dapat berarti : berbicara untuk mempertahankan atau memberikan jawaban . 10) Menurut R. C. Sproul, apologetika kristen sebagai usaha untuk menjelaskan kepada orang lain tentang apa yang diyakini atau dipercayaui dan mengapa ia mempercayainya. 11) apologetika Kristen atau pembelaan Kristen adalah suatu usaha memberi pertanggunganjawab terkait iman Kristen kepada siapa saja yang mempertanyakannya. 12) apologetika merupakan adalah pembelaan atau memberi jawab terhadap lawan yang sedang menyerang atau mempertanyakan isi kepercayaan. Dalam konteks pemahaman ini apologetika Kristen atau pembelaan Kristen adalah suatu usaha memberi pertanggunganjawab terkait iman Kristen kepada siapa saja yang mempertanyakannya. 13) Rahmiati Tanudjaja apologetika Kristen merupakan pembelaan yang lebih menekankan pada kemampuan berpikir filsafati atau filsafat Kristen, sebagaimana yang dikemukakan 14) Menurut Cornelius Van Til, apologetika Kristen adalah usaha untuk mempertahankan filsafat Kristen dalam menghadapi berbagai bentuk filsafat non-Kristen. Oleh karena itu, apologetika melibatkan argumentasi penalaran intelektual yang berkenaan dengan wawasan dunia Kristen. 15) Menurut John M. Frame dan Edgar C. Powell membaginya ke dalam tiga bagian, yaitu pembuktian atau penunjukkan, dalam arti memaparkan dasar rasional bagi iman Kristen (IKor. 15:1-11); pertahanan atau pembelaan, artinya menjawab sanggahan-sanggahan orang tidak percaya terhadap iman Kristen (Flp. 1:7, 16); dan penyingkapan, yaitu menyingkapan kesalahan atau kesalah-pahaman dari pemikiran atau pemahaman orang tidak percaya terhadap kekristenan (Mzm. 14:1, IKor. 1:18-2:16). Frame mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya, ketiganya tidak berdiri sendiri. Kita tidak dapat melakukan yang satu tanpa melakukan yang lainnya. 16) Jhon M. Frame menjelaskan tentang aspek dalam apologetika yaitu Apologtika Sebagai Pembuktian. Apologetika sebagai pembuktian menjelaskan tentang upaya dan metode untuk menyampaikan satu dasar yang rasional bagi iman Kristen, dan upaya untuk membuktikan kebenaran kekristenan. 17) John M. Frame menyebut aspek apologetika ini sebagai apologetika defensif. Yesus dan para Rasul sering memberikan bukti kepada mereka yang mempunyai kesulitan untuk mempercayai kebenaran Injil (Yoh. 14:11; 20; 24:31). 18) Apologetika itu dimaksudkan untuk menghahdapi ketidakpercayaan yang ada di dalam diri orang percaya. 19) Apologetika digunakan untuk menjelaskan eksistensi Allah dan kebenaran Injil, dan menyingkapkan kebenaran doktrin Alkitab dalam berbagai argumentasi. 20) Apologetika sebagi pembelaan adalah sebuah upaya untuk menjawab keberatan-keberatan dari ketidakpercayaan. Misalnya sejumlah tulisan Paulus yang menekankan apologetika sebagai suatu pembelaan. Apologetika semacam ini menekankan perihal apa yang dikatakan Alkitab tentang berbagai peristiwa dalam perspektif Alkitab. 21) Apologetika juga dapat dipahami sebagai penyerangan yaitu apologetika sebagai penyerangan digunakan untuk menyerang kebodohan dari (akibat dari) pikiran yang tidak percaya. (Maz. 14: 1 ; 1 Kor. 1:18 -2:16). 22) John M. Frame menyebut aspek apologetika ini sebagai apologetika Ofensif. Apologetika ofensif itu tidak hanya digunakan hanya sebagai pemberian jawab saja, tetapi juga bermakna satu serangan terhadap kepalsuan yang menyesatkan (2 Kor. 10:15). Hal ini penting, sebab sebuah kebodohan memang hams diserang, tetapi sebuah penyerangan yang arif dan bijak melalui sebuah argumentasi yang medidik. Pemikiran non Kristen adalah sebuah kebodohan, jadi tugas seorang apologis adalah untuk menyingkapkan kebodohan tersebut, seperti penyembahan berhala, ateisme. relativisme, humanisme, dan isme-isme yang lain. 23) Apologetika menjelaskan tentang pembelaan atau memberi jawab terhadap satu doktrin, baik kritikan yang muncul dari dalam atau pun dari luar kekristenan.

0 komentar:

Posting Komentar