Minggu, 24 Januari 2016

Fungsi Apologetika

Kompetensi Dasar 3 Menganalisis Fungsi Apologetika Salah satu pokok yang digumuli dalam filsafat apologetika yakni: apakah apologetika mempunyai fungsi. Apa fungsi orang Kristen melakukan apologetika? Tentu jawabannya tidak sederhana, ia demikian kompleks karena ketika dipikirkan secara filsafat maka tujuan apologetika akan berkembang lebih kompleks. Tetapi paling tidak Apologetika umumnya dikatakan memiliki tiga fungsi, meskipun harus menyadari bahwa tidak semua apologis Kristen menerima bahwa semua fungsi itu valid (sebagian orang akan mengatakan bahwa kita tidak harus mencoba untuk membangun argumen positif bagi iman Kristen tetapi hanya fokus pada menyangkal tuduhan terhadap itu, ada pula pertanyaan, yaitu: seperti apa argumen harus digunakan dalam setiap fungsi apologetika. Walaupun belum ada persamaan persepsi tentang fungsi fungsi apologetika, paling tidak kita bagi apologetika dalam empat fungsi/tujuan. Walaupun seringkali masih diperdebatkan, akan tetapi keempat fungsi ini telah menjadi bagian penting dari apologetika, dan masing-masing fungsi tersebut memiliki pendukung-pendukung terkemuka di sepanjang sejarah gereja. 1. Apologetika berfungsi pembuktian. Apologetika dalam fungsinya sebagai pembuktian, hendak menyatakan bahwa orang Kristen perlu beargumen secara filosofis maupun ilmu pengetahuan dan sejarah untuk membela iman Kristiani. Tujuan dari fungsi ini adalah untuk membangun pandangan bahwa iman Kristiani adalah sebuah wawasan yang seharusnya diterima. Dengan kata lain, kita harus membandingkan secara jelas kesimpulan logis antara wawasan Kristiani dan wawasan-wawasan lainnya. Fungsi ini biasanya dikenal dengan argumen untuk kebenaran iman Kristen (pembenaran / bukti / apologetik positif) 2. Apologetika berfungsi/bertujuan pembelaan. Dalam Perjanjian Baru dan di awal Kekristenan, kata apologia dipakai dalam fungsi ini, membela iman Kristiani terhadap serangan-serangan yang dilancarkan oleh kepercayaan-kepercayaan yang lain. Termasuk di dalam fungsi ini adalah tugas memperjelas pandangan Kristiani terhadap kesalah pahaman yang ada; menjawab sanggahan, kritik, ataupun pertanyaan orang-orang non-Kristiani; dan menghancurkan kesulitan intelektual yang menghalangi orang untuk percaya kepada Kristus. 3. Apologetika berfungsi sanggahan terhadap kepercayaan lain. Fungsi ini berfokus menjawab pembelaan dari orang-orang non-Kristiani terhadap kepercayaan mereka. Rata-rata apologis setuju bahwa fungsi ini tidak dapat berdiri sendiri, karena keberhasilan membuktikan bahwa sebuah agama atau filosofi adalah salah, tidaklah serta merta membuktikan bahwa Kekristenan adalah benar. Akan tetapi, sanggahan adalah salah satu fungsi penting dari apologetika. 4. Apologetika berfungsi bujukan atau ajakan. Bukan sekedar meyakinkan orang bahwa Kekristenan adalah benar, akan tetapi lebih jauh lagi mengajak mereka untuk menerapkan kebenaran tersebut dalam hidup mereka. Fungsi ini bertujuan untuk membawa orang-orang non-Kristen untuk mengambil komitmen kepada Kristus. Ingatlah bahwa tujuan seorang apologis bukanlah hanya untuk memenangkan perdebatan, tetapi untuk mengajak orang menyerahkan hidup dan kekekalan mereka ke dalam tangan Anak Allah yang telah mati bagi mereka.

0 komentar:

Posting Komentar