Minggu, 28 Februari 2016

Yonas Muanley Dosen GoBlog STT IKSM Santosa Asih 2016

Yonas Muanley Dosen GOBLOG STT IKSM SA 2016 Dosen GoBlog “Filsafat Apologetika”: Januari 2016 – Mei 2016 1. GoBlog dalam merumuskan Standar Kompetensi 2. GoBlog dalam merumuskan Kompetensi Dasar 3. GoBlog dalam merumuskan Indikator 4. GoBlog dalam merumuskan pengalaman belajar 5. GoBlog dalam menentukan pokok-pokok dan sub pokok bahasan 6. GoBlog dalam menentukan sumber/bahan/alat belajar 7. GoBlog dalam Evaluasi Proses Pembelajaran atau GoBlog dalam membuat Silabus Mari para dosen Teologi, kita "GoBlog" bersama-sama dalam mata kuliah yang diasuh. Saya sudah menjadi GoBlog duluan. Ayo siapa yang mau GoBlog dengan Yonas Muanley? Kita GoBlog dalam Beban Kerja Dosen: Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Dukung saya dalam mensukseskan dosen GoBlog, mahasiswa GoBlog, pendeta GoBlog, Ibu-ibu GoBlog dll. Hari ini Minggu, 28 Februari 2016 saya mendapat informasi melalui dunia internet banyak orang di dunia seperti Amerika Serikat, Canada dan negara-negara lain ber-GoBlog Salam GoBlog

6 komentar:

  1. 1. Pengertian Filsafat
    Secara etimologi, kata “filsafat” berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata: philosophia, kata philosophia merupakan kata majemuk yang terdiri dari kata: philos dan Sophia. Kata “philos” berarti kekasih atau bisa juga sahabat. Sedangkan Sophia berarti kebijaksanaan atau kearifan, bisa juga berarti pengetahuan. Jadi, arti harafiahnya: philosophia berarti: yang mencintai kebijaksanaan atau sahabat pengetahuan. Filsafat adalah berpikir radikal (berpikir mendalam). Menurut definisi ini, berfilsafat berarti berpikir secara radikal terhadap seluruh realitas atau realitas tertentu. Berpikir radikal tidak berarti mengubah, membuang, atau menjungkirbalikan segala sesuatu, melainkan dalam arti sebenarnya, yaitu berpikir secara mendalam, untuk mencapai akar persoalan yang dipermasalahkan. Berpikir radikal sebenarnya hendak memperjelas realitas, lewat penemuan serta pemahaman akan akar realitas itu sendiri.

    BalasHapus
  2. 2. Pengertian Apologetika
    Kata apologetika berasal dari Yunani à Apologia = Pembelaan = Apologeoma. Apo = dari pada; logos : kata; bahasa. Apologeomai = berbicara dari pada (diri sendiri) atau membela diri. Jadi apologetika berarti: 1) Pembela tindakan 2) Pembela kebenaran 3) Kepercayaan atas kebenaran itu. Apologetika berarti: 1) Pembela tindakan 2) Pembela kebenaran 3) Kepercayaan atas kebenaran itu 4) Memberi jawab I Kor 3 :15/ Yudas 3 5) Pembelaan (diri pemberita). Menjelaskan berita = menyatakan kebenaran. Contoh : Paulus konsisten dengan beritanya. 6) Menjernihkan (mengklirkan), memisahkan yang salah (ajaran-ajaran yang tidak sama dengan Firman Allah). Di Gereja : à doktrin-doktrin 7) Apologetika = pra penginjilan 8) Apologetika adalah bagian dari penginjilan dan di dalam penginjilan terdapat Apologetika. Arti secara etimologi, Apologetika dari kata Yunani “apologia” yang adalah pembelaan atau perbuatan membela, jawaban.

    BalasHapus
  3. 3. Pengertian Filsafat Apologetika Kristen
    Apologetika Kristen harus berlangsung dalam "Kontrol Iman" dan "Berlindung dalam Kasih". kedua pendekatan ini penting dalam melaksanakan apologetika Kristen. Apologetika Kristen yang tidak dikontrol iman akan menyebabkan apologetika yang menyimpang dan akhirnya meninggalkan Tuhan Yesus. Kontrol iman yang dimaksud disini yakni "apologetika Kristen" bersesuaian dengan iman Kristen yang didasari pada isi Alkitab. Sedangkan "perlindungan Kasih/dilindungi Kasih" yang dimaksud disini yakni cara menyampaikan apologetika mesti diwarnai dalam kasih. Jadi isi dan cara dalam ber-apologetika itu penting. Oleh karena itu maka dalam blog ini saya rancang sebuah logo yang menunjukkan apa yang dimaksud dengan "Apologetika yang dikontrol iman dan dilindungi Kasih". Apologetika Kristen atau pembelaan Kristen adalah suatu usaha memberi pertanggunganjawab terkait iman Kristen kepada siapa saja yang mempertanyakannya, apologetika merupakan adalah pembelaan atau memberi jawab terhadap lawan yang sedang menyerang atau mempertanyakan isi kepercayaan. Apologetika Kristen atau pembelaan Kristen adalah suatu usaha memberi pertanggunganjawab terkait iman Kristen kepada siapa saja yang mempertanyakannya. Menurut Cornelius Van Til, apologetika Kristen adalah usaha untuk mempertahankan filsafat Kristen dalam menghadapi berbagai bentuk filsafat non-Kristen. Oleh karena itu, apologetika melibatkan argumentasi penalaran intelektual yang berkenaan dengan wawasan dunia Kristen. Menurut John M. Frame dan Edgar C. Powell membaginya ke dalam tiga bagian, yaitu pembuktian atau penunjukkan, dalam arti memaparkan dasar rasional bagi iman Kristen (IKor. 15:1-11); pertahanan atau pembelaan, artinya menjawab sanggahan-sanggahan orang tidak percaya terhadap iman Kristen (Flp. 1:7, 16); dan penyingkapan, yaitu menyingkapan kesalahan atau kesalah-pahaman dari pemikiran atau pemahaman orang tidak percaya terhadap kekristenan (Mzm. 14:1, IKor. 1:18-2:16).

    BalasHapus
  4. 4. Yustinus Martir memandang pengajaran Kristen sebagai filsafat, yang nilainya lebih tinggi dari filsafat Yunani.Ia sering melihat bahwa banyak orang Kristen yang dihambat dan dianiaya. Oleh karena rasa keprihatinannya, ia membela kekristenan dari serangan yang dilancarkan oleh pemerintah yang tidak beragama Kristen. Yustinus berpendapat bahwa setiap orang yang nelakukan kebenaran adalah milik orang Kristen, semua yang baik dan benar yang dlakukan oleh setiap manusia itu adalah miliknya orang kristen. Dalam hal ini ia mengatakan karna ia melihat semua orang yang hidup sezamannya yang bukan orang Kristen banyak melakukan kejatahan, sebab banyak orang Kristen mengalami hambatan dan dianiaya. Yustinus hidup pada masa gereja dan orang Kristen berada pada keadaan yang tidak menguntungkan. Dan pemerintah yang bukan orang Kristen melakukan serangan terhadap orang-orang Kristen. Yustinus menyatakan bahwa orang Kristen menuntut keadilan, jika orang Kristen bersalah, ia harus diadili, ia menolak bila orang Kristen dihukum karena mereka seorang Kristen. Disini Yustinus Martir memandang dengan ketidak adilan yang dialami oleh semua orang Kristen seihingga ia menyatakan bahwa segala kebenaran yang dilakukan oleh orang adalah milik orang Kristen. Dengan demikian juga, bahwa setiap orang Kristen yang sudah percaya sungguh-sungguh dan menjadi pengikut Kristus yang sejati, haruslah ia berbuah didalam hidupnya. Firman yang sudah diterima dan didengar harus menjadi firman yang berbuah dalam hidupnya, sehingga ia menjadi pribadi yang membawa dampak yang baik bagi setiap orang yang ditemui. Yustinus mengadakan perjalanan yang cukup jauh. Dalam perjalanannya ia selalu berargumentasi tentang iman yang diyakininya kepada lawan bicara Misalnya di Efesus, Yustinus bertemu dengan Tryfo, di Roma, Yustinus juga bertemu Marcion, pemimpin kelompok Gnostik.Martir dalam iman Kristen adalah mereka yang mati secara tidak wajar karena mempertahankan imannya.

    BalasHapus

  5. 5. Apologetika dalam terminologi ilmu mandiri itu dumial pada tahun 1974 sudah menjadi disiplin ilmu dalam sekolah-sekolah Teologia sampai sekarang ini. Ini dilakukan dengan tujuan untuk pembelaan keyakinan atau kepercayaan atas serangan-serangan atau tudingan-tudingan yang dilakukan oleh orang-orang yang diluar Kristen. Ini sangat berguna karena dengan adanya disilplin ilmu mandiri dalam mata kuliah Apologetika Kristen adalah untuk membela atau mempertahankan isi kepercayaan atau keyakinan iman Kristen yang didalamnya terkadung berisi berbagai doktrin-doktrin, doktrin Allah, Manusia, Kristus, Dosa, Gereja, Roh Kudus, dan tujuan hidup umat manusia.

    BalasHapus
  6. 6. Menurut John M. Frame dan Edgar C. Powell, Apologetika dapat dilakukan dalam tiga bagian, yaitu:
    a. Apologetika sebagai pembuktian atau penunjukkan, dalam arti memaparkan dasar rasional bagi iman Kristen (IKor. 15:1-11); Frame mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya, ketiganya tidak berdiri sendiri. Kita tidak dapat melakukan yang satu tanpa melakukan yang lainnya. Selanjutnya Jhon M. Frame menjelaskan ketiga tahap pelaksanaan apologetika tersebut diatas dengan menyatakan bahwa apologetika sebagai pembuktian menjelaskan tentang upaya dan metode untuk menyampaikan satu dasar yang rasional bagi iman Kristen, dan upaya untuk membuktikan kebenaran kekristenan. Istilah lain yang dipakai oleh John M. Frame dalam menyebut apologetika sebagai pembuktian yaitu apologetika pembuktian sebagai apologetika defensif. Yesus dan para Rasul sering memberikan bukti kepada mereka yang mempunyai kesulitan untuk mempercayai kebenaran Injil (Yoh. 14:11; 20; 24:31). 18) Apologetika itu dimaksudkan untuk menghahdapi ketidakpercayaan yang ada di dalam diri orang percaya. Apologetika digunakan untuk menjelaskan eksistensi Allah dan kebenaran Injil, dan menyingkapkan kebenaran doktrin Alkitab dalam berbagai argumentasi.
    b. Apologetika sebagai pertahanan atau pembelaan, artinya menjawab sanggahan-sanggahan orang tidak percaya terhadap iman Kristen (Flp. 1:7, 16) Sedangkan apologetika sebagi pembelaan menurut Frame, yaitu bahwa apologetika sebagai pembelaan adalah sebuah upaya untuk menjawab keberatan-keberatan dari ketidakpercayaan. Misalnya sejumlah tulisan Paulus yang menekankan apologetika sebagai suatu pembelaan. Apologetika semacam ini menekankan perihal apa yang dikatakan Alkitab tentang berbagai peristiwa dalam perspektif Alkitab. Apologetika juga dapat dipahami sebagai penyerangan yaitu apologetika sebagai penyerangan digunakan untuk menyerang kebodohan dari (akibat dari) pikiran yang tidak percaya. (Maz. 14: 1 ; 1 Kor. 1:18 -2:16). 22) John M. Frame menyebut aspek apologetika ini sebagai apologetika Ofensif. Apologetika ofensif itu tidak hanya digunakan hanya sebagai pemberian jawab saja, tetapi juga bermakna satu serangan terhadap kepalsuan yang menyesatkan (2 Kor. 10:15). Hal ini penting, sebab sebuah kebodohan memang hams diserang, tetapi sebuah penyerangan yang arif dan bijak melalui sebuah argumentasi yang medidik. Pemikiran non Kristen adalah sebuah kebodohan, jadi tugas seorang apologis adalah untuk menyingkapkan kebodohan tersebut, seperti penyembahan berhala, ateisme. relativisme, humanisme, dan isme-isme yang lain. Apologetika menjelaskan tentang pembelaan atau memberi jawab terhadap satu doktrin, baik kritikan yang muncul dari dalam atau pun dari luar kekristenan.
    c. Apologetika sebagai Penyingkapan, yaitu menyingkapan kesalahan atau kesalah-pahaman dari pemikiran atau pemahaman orang tidak percaya terhadap kekristenan (Mzm. 14:1, IKor. 1:18-2:16).

    Soli Deo Gloria
    God Bless ,,,

    BalasHapus