Selasa, 26 April 2016

Soal UAS Apologetika

Soal Ujian Apologetika secara Online.
Jelaskan soal-soal berikut ini dalam konteks Anda sebagai mahasiswa.

1. Apakah Apologetika merupakan tanggungjawab semua orang Kristen?
2. Bagaimana hubungan apologetika dan penginjilan?
3. Bagaimana pendapat Anda tentang Apologetika yang dikawal Iman dan dilindungi Kasih?

Jawaban secara Online melalui fasilitas kolom kementar.
Baca Juga: Informasi ini

4 komentar:

  1. Jawaban
    _________
    1. Menurut Saya, Benar bahwa Apologetika merupakan tanggung jawab semua orang Kristen. Karena setiap orang percaya memiliki tanggungjawab untuk memberi jawab akan kebenaran dari iman Kristen yang ia pahami. Apologetika atau apologetics sendiri adalah pembelaan keyakinan Kristiani mengenai Allah, Kristus, Gereja dan tujuan hidup umat manusia Sehingga masyarakat/orang non Kristen yang tidak mengerti tentang apa yang di yakini orang Kristen tidak salah paham, sehingga pada akhirnya masyarakat dapat hidup dengan penuh toleransi yang artinya dapat saling menghormati keberadaan ajaran agama lain tanpa harus melunturkan kebenaran ajaran iman Kristen. Sehingga orang Kristen tidak mudah terpengaruh argumentasi yang menyudutkan iman Kristianinya serta mampu memberi penjelasan akan ajaran-ajaran/tudingan yang menjurus ke arah memfitnah ajaran kekristenan. Sehingga pada akhirnya benar bahwa berapologetika bukan hanya tugas pendeta, mahasiswa Teologi, atau guru Agama melainkan tugas dan tanggungjawab semua orang percaya. Oleh karena itu, setiap orang Kristen harus membekali diri dengan ajaran yang benar tentang iman Kristen supaya masing-masing orang percaya dapat mempertahankan iman dengan tidak berkompromi dengan ajaran yang menyesatkan.
    2. Hubungan antara apologetika dan penginjilan saling berkaitan. Dalam penginjilan, seseorang perlu untuk berapologetika. Penginjilan ialah pemberitaan tentang kabar baik (injil keselamatan) dalam diri Yesus Kristus. Nah, dalam hal penginjilan, apologetika digunakan sebagai pertanggungjawaban iman yang benar akan kebenaran Yesus Kristus yang telah mati di kayu salib, mengalahkan maut dan bangkit menyelamatkan semua umat yang percaya kepadanya, sehingga manusia dapat memiliki hubungan yang baik lagi dengan Allah dan dapat tinggal di kerajaan sorga yang telah diciptakannya dari semula. Apologetika akan menolong seorang penginjil untuk menabur benih injil dengan baik, sehingga dapat di terima oleh iman dan intelektual manusia.
    3. Apologetika yang di kawal iman dan di lindungi kasih adalah seorang yang sedang berapologetika harus memiliki iman yang sungguh-sunggung serta mengerti kebenaran yang ia percayai, sehingga ketika berbenturan dengan serangan yang menyudutkan iman Kristen, ia sendiri tidak tergoyahkan bahakn mampu untuk mempertahankan jawaban. Untuk memberi jawab itulah seseorang harus di lindungi oleh kasih. Seorang yang sedang berapologetika harus memandang semua orang dengan kasih, bahkan kepada mereka yang menyerang kekristenan dengan sengit. Sehingga ketika seseorang tersebut telah di kawal dengan iman dan di lindungi kasih, ia mampu bertidak hati-hati dan dapat menjadi kesaksian lewat tindakan kasih yang ia miliki. Kasih inilah yang dapat mengendalikan emosi yang meningkat ketika kekristenan sepertinya di injak-injak. Seorang yang berapologetika harus memberitakan kabar baik lewat iman yang kokoh dan kasih seperti yang Yesus miliki. Sehingga pada akhirnya, kekristenan tidak bersifat memaksa dan arogan. Sehingga lewat cara itulah, penginjilan dapat berjalan dan banyak orang yang menyadari dan mengakui Kristus sebagai Juruselamatnya.
      
    GBUs.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syalom.
      1. Menurut saya, apologetika adalah benar tanggungjawab semua orang Kristen atau orang percaya. Dimana setiap orang Kristen harus siap sedia dalam keadaan dan kondisi apapun untuk berapologetika, dimana setiap orang percaya harus membekali diri masing-masing dengan pengetahuan yang kuat dan memiliki iman yang kuat dalam memberi jawab dan membela setiap ajaran iman kristen. Iman Kristen memiliki ajaran mengenai Allah, Kristus, Roh Kudus, Gereja, dan sebagainya. Jadi, setiap orang yang percaya kepada Tuhan harus selalu siap untuk berapologetika kepada siapa saja dan dalam situasi atau kondisi apapun. Hal ini merupakan perintah Tuhan yang harus dilaksanakan oleh setiap orang Kristen dan ini bukan sesuatu yang alternatif atau pilihan yang boleh dikerjakan atau tidak dikerjakan, tetapi itu merupakan suatu keharusan bagi setiap orang Kristen yang percaya kepada Tuhan Yesus Krsitus. Oleh sebab itu, setiap orang percaya harus benar-benar mengerti dan memahami apa dan siapa yang dia percaya. Apabila mereka tidak tahu dan tidak mengerti tentang siapa dan apa yang dia percaya, apa yang akan mereka beritakan kepada orang lain, atau apa yang akan mereka pertanggung jawabkan. Jadi setiap orang percaya harus benar-benar serius membaca dan meneliti firman Tuhan dengan sungguh-sungguh serta berusaha untuk menerapkannya dalam setiap aspek kehidupan yang Tuhan percayakan kepadanya. Setiap orang Kristen harus menjadi orang Kristen professional, yaitu ahli atau pakar dalam kekristenannya, supaya ia dapat diandalkan oleh Tuhan untuk memberikan pertanggung jawaban kepada siapapun yang memintanya. Hal yang menajdi dasar atau titik tolak berapologetika yaitu, mengasihi Tuhan.

      Hapus
  2. 2. Meskipun apologetika Alkitabiah dan penginjilan bukanlah dua hal yang sama, namun keduanya memiliki persamaan. a. Apologetika Alkitabiah dan penginjilan secara perspektival berkaitan. Apologetika berfokus pada sarana (pemikiran yang saleh didasarkan pada Kitab Suci) dan penginjilan berfokus pada tujuan, yaitu pertobatan orang berdosa (Kis.18:4; bdk. ay.28; 19:8). b. Keduanya merupakan tanggung jawab orang percaya. c. Keduanya juga berhubungan dengan mati (karena dan di dalam dosa) atau hidupnya (hidup kekal) seseorang. d. Keduanya tidak menjamin pertobatan orang berdosa sebab pertobatan adalah merupakan karya Allah di dalam kedaulatan-Nya saja, bukan hasil usaha manusia. e. Keduanya memiliki “pusat” yang sama, yaitu Alkitab Firman Allah. Apologetika menyediakan berbagai macam alternatif metode (mis: evidensial, presuposisional) dan jawaban bagi masalah-masalah logika manusia. Seperti yang telah diterangkan di atas, berita penginjilan tidak pernah berubah. Namun permasalahan pemikiran di setiap zaman adalah berbeda dan demikian dituntut jawaban yang berbeda pula. Karena itu, bila seorang pemberita Injil dapat mempertahankan kepercayaan Kristennya, ini akan membuat penginjilan orang-orang Kristen menjadi lebih efektif. Untuk mengkomunikasikan Injil pada umat beragama lain, apologetika adalah cara yang sangat efektif. Hal ini dikarenakan apologetika dapat juga berfungsi sebagai dialog. Karena apologetika dialogis melibatkan banyak hal yang kuat dalam komunikasi Kristen, maka pemanfaatan apologetika dialogis membuat penginjilan menjadi lebih efektif.

    BalasHapus
  3. 3. Apologetika yang di kawal iman dan di lindungi kasih adalah seorang yang sedang berapologetika harus memiliki iman yang kokoh, kuat dan sungguh-sunggung serta mengerti kebenaran yang ia percayai dengan apa yang sudah ia peroleh, sehingga ketika berbenturan dengan serangan yang menyudutkan iman Kristen, ia sendiri tidak tergoyahkan bahakn mampu untuk mempertahankan jawaban. Untuk memberi jawab atau berapologetika kepada orang lain disaat itulah seseorang harus di lindungi oleh kasih. Seorang yang sedang berapologetika harus memandang semua orang dengan kasih, bahkan kepada mereka yang sedang menyerang kekristenan dengan kuat tanpa henti. Sehingga ketika seseorang tersebut telah di kawal dengan iman dan di lindungi kasih, ia mampu bertidak hati-hati dan dapat memberi kesaksian lewat tindakan kasih yang ia miliki. Dengan kasih yang dimiliki oleh seseorang tersebut maka ia dapat menguasi diri dengan baik ketika kekristenan sedang di buli atau mengalami hal yang buruk. Seorang yang berapologetika harus memberitakan kabar baik lewat iman yang kokoh dan kasih seperti yang Yesus miliki.

    BalasHapus